Menjadi Debu

Benda ini bukanlah Kepedihan dalam tangismu, bukan pula-
Desah dalam tawamu, melainkan-Hujan di luar tempatmu bernaung, serta-
Bukanlah deru kebohongan Penguasa, bukan jua-
Kejahatan Burung-Burung Pemangsa, namun dia adalah
Tangis Burung-burung Dara yang pernah bercanda, dan dia adalah
yang bernama Cinta.
Dia adalah perlambang jalan yang tergurat Takdir, dan dia-
adalah setitik Amarah yang terkalahkan; Namun kepingan ini-
meleleh menjadi Debu-
Pada malam kau lenyap tiada.
Tentang apa sih puisi ini?
Simpel. Tentang hati yang berserahkan yang tak tau apa masih bermanfaat, dikala harga diri sudah luluh lantak karna cinta.
“Burung-burung Dara yang pernah bercanda” dulu hidup Sirius penuh damai, dan dia suka bercanda. Burung Dara adalah simbol perdamaian, dan cinta sejati.. Hatiku berkata “Kaulah cinta sejatiku”Ya kau yang bergetar, membaca coretan tanpa makna iniKarna goresan ini di tunjukan buatmu agar kau mengumpulkan hatiku yang tlah luluh lanta “Menjadi debu”.

Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s