dipersiapkan seorang calon suami

Gagal merencanakan sama artinya dengan merencanakan gagal. Dalam mengerjakan apa pun, persiapan yang matang menjadi kunci kesuksesan. Demikian pula dengan nikah. persiapan menjadi kata kunci agar pernikahan bisa dijalani dengan baik, baik itu sebelum, ketika dan sesudah ijab kabul.

Apa saja yang harus dipersiapkan seorang calon suami? Setidaknya ada empat hal. Pertama, kesiapan untuk menjadi pemimpin. Allah SWT telah menganugerahkan bagi laki-laki kuasa kepemimpinan dalam rumah tangga (QS An-Nisaa’ [4]: 34). Tugas kepemimpinan ini tidak berarti seorang suami lebih tinggi dari yang dipimpin. Jabatan hanya sekadar pembagian tugas, dengan beban tanggungjawab yang lebih besar. Seorang suami bertanggung jawab penuh untuk menafkahi dan membimbing istri serta anak-anaknya selamat dunia akhirat.

Kedua, kesiapan ilmu, khususnya ilmu agama. Seorang suami harus bisa mendidik istrinya. Seorang suami yang kurang ilmu, biasanya hanya bisa ngarang. Orang yang ngarang biasanya cenderung bersikap emosional, mudah marah. Pengetahuan agama yang dimiliki tidak harus sempurna. Setidaknya mengetahui mana yang wajib, sunnah, dan mana yang makruh. Plus ilmu-ilmu penunjang lainnya, seperti kesehatan, psikologi, manajemen keuangan, dsb. Walau tidak mendalam, setidaknya kita tahu sehingga memiliki pegangan.

Ketiga, kesiapan mental atau ruhiah. Dalam rumahtangga pasti akan ditemukan banyak masalah. Agar kita mampu mengelola masalah secara cerdas dibutuhkan kekuatan mental serta kelapangan hati. Orang yang lemah mental dan imannya, cenderung goyah ketika dihadapkan pada sebuah masalah. Tanpa kesiapan mental dan ruhiyah, masalah kecil bisa menjadi besar, masalah sederhana bisa menjadi rumit.
Keempat, kesiapan finansial atau keuangan. Membangun rumahtangga tidak cukup sekadar cinta dan cita-cita ideal. Yakin bahwa Allah Mahakaya memang penting. Namun keyakinan tersebut harus disempurnakan dengan ikhtiar. Mumpung masih ada waktu, persiapkanlah segalanya dengan matang, banyak belajar, perkuat ibadah, perbanyak doa, termasuk mempersiapkan mental dan finansial. Semoga pernikahannya diberkahi Allah SWT. Amin

Posted in Tak Berkategori

3 thoughts on “dipersiapkan seorang calon suami

  1. iya seah, calon suami tuch emang punya kewajiban banyak, terutama harus memahami kebutuhan istrinya, baik rhohani maupun jasmani,, bisa membingbing istri kejalan allah juga bisa memahami sufat istri, itu ynag masih sulit dipunyai calon suami, seperti calon suami aku tuch, he….

  2. Tinggal htung wkt lg aku merid,umur aku bru 24 tahun apakah dngn umur yg tergolong msh mudah ini mampu membimbing istri ?Kata orang bijak sebelum membimbing orang maka permatanglah membimbing diri sendiri..tpi kadang kala sy tdk mampu membimbing dri aku sendiri..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s