Aku ingin menemuimu di sisi badai

Aku ingin menemuimu di sisi badai
Berbaring bersama menyatu dalam kabut
Memerah rasa demi menyepuh sabda
Memancarkan buliran – buliran pendar pendar asmara

Kalam pernah memahatkan sayatan deburan ombak
Membimbingmu untuk merengkuh sebuah rasa yang memendam
Menyepuh sublim demi secarik hasrat
Akan sebuah tempat bersandar dalam kesepian dan puncak keterpurukan

Namun kebimbangan mendera dalam asa yang tersisa
Kecurigaan menghantam seponggok kekokohan di pecahan batu karang
Kecemburuan menyisakan sephati dendam
Dan akhirnya kau pun menghilang

Lalu kususuri lembah dan sisi bentangan langit
Demi menemukan sebait rasa yang dulu pernah menghinggap
Untuk memancarkan kembali pendar pendar rasa yang pernah menikam
Dan untuk melenyapkan gejolak kerinduan yang sering memuncak di setiap ketinggian malam

Deruan, terjalan dan kekokohan penghalang
Tak menggoyahkan hasrat untuk kembali menemukan
Penggalan pahatan hati pujaan kerinduan
Dan percikan dogma yang pernah tertinggal

Namun hingga sampai saat ini
Kau masih saja tak kunjung menjelma

Maka bersama semilir angin yg bersahutan
Ku titipkan kerinduan pada sang bidadari hati penikam hasrat dan keinginan.

Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s