Aura Ramadhan
Ya ALLAH….
tak sabar hati ini menunggu detik demi detik kedatangan bulanMU. Bulan yang penuh Barokah, Rahmah serta Maghfirah-MU.
Ramadhan begitulah ENGKAU menyebutnya dalam wahyu-MU
di surah (Al Baqarah 185).
Ya ALLAH…..
tak sabar hati ini….
sekaligus aku juga takut,
takut tidak bertemu dengan RamadhanMU.
Walau hanya tinggal sejengkal dari penantianku
Aku takut ya ALLAH….
takut jika ENGKAU memanggilku disaat penantianku.
Sementara aku masih berlumur dosa dan nista.
Ya ALLAH….
aku sangat berharap bertemu dengan RamadhanMU.
Supaya aku bisa melebur seluruh dosa dan nistaku.
“AstaghfiruLLAH al’adziiimm….
astaghfiruLLAH al’adziiimm….
astaghfiruLLAH al’adziiimm”.
Berilah aku kesempatan ya ALLAH…
aku masih malu bertemu dengan ENGKAU.
Malu akan dosa dan nistaku.
diriku masih kotor.
Aku masih kurang bersyukur.
Aku masih banyak menyakiti hati orang lain.
Ya ALLAH…
walau aku telah memohon, bermunajat,
meminta ampun pada ENGKAU.
disetiap saat aku berkomunikasi denganMU,
disetiap sholatku,
namun aku sungguh ingin melebur dosa dan nistaku,
dalam bulanMU yang sangat ENGKAU agungkan, “
subhanaLLAH“.
Saudara-saudaraku yang aku cintai karena ALLAH.
Aku ini hanyalah manusia biasa
yang masih harus menempuh perjalanan yang sangat panjang
untuk memiliki akhlak semulia Rosuallah Muhammad S.A.W bin Abdullah.
Aku ini masih sering terbuai bisikan syetan laknatuLLAHI’alayhiim.
sehingga tak sengaja ataupun sengaja,
mungkin atau bahkan pasti telah menggoreskan
sedikit luka ataupun mungkin meninggalkan jejak hitam
pada hati saudara-saudariku…
“AstaghfiruLLAH al’adziiimm….
astaghfiruLLAH al’adziiimm….
astaghfiruLLAH al’adziiimm”.
Aku sungguh menyesal
saudaraku tercinta,
Hawa Ramadhan makin merasuk dalam diriku,
Aku makin menghanyutkan kerinduanku padanya….
Oohhhh segarnya jiwa ini, jika bertemu dengannya…
namun, aku malu untuk bertemu dengannya,
itu semua akibat kesalahanku.
Dengan segala kerendahan hatiku…
dengan segala penyesalanku.
Aku mohon maaf atas semua kekhilafanku,
atas semua kesalahanku,
yang mungkin sangat panjang jika aku ketik dalam sebuah buku.
Aku dan keluargaku mohon dimaafkan dengan ikhlas.
Saudaraku,
maafkanlah aku,
agar ringan langkahku,
agar muncul percaya diriku untuk bertemu dengan Ramadhan.
Percaya diri, karena aku telah berdandan rapi,
karena tak ada lagi dosa,
apa lagi jika disiram dengan parfum yang sangat wangi…
parfum ke-ikhlasan-mu saudaraku….
subhanaLLAH……
AlhamduliLLAH,
aku juga telah memaafkanmu saudaraku…..
itupun kalau ada kesalahan…
namun setelah aku balik buku catatan kami….
aku hanya menemukan kertas kosong….
kertas kosong nan tak ingin sedikitpun aku isi…
tak ada sedikitpun goresan kesalahanmu dihatiku ya saudaraku,
Insya ALLAH… pintu maafku selalu terbuka lebar.
Aku buka dengan hawa keikhlasan…
saudaraku,
aku coba buka lagi catatan sebelahnya..
subhanaLLAH walhamduliLLAH….
aku takjub… rupanya banyak catatan penuh bunga….
catatan keindah dan kebaikanmu saudaraku…
untuk itu aku berterimakasih atas segala kebaikanmu…
terutama atas telah dimaafkannya kesalahanku pada Idul Fitri yang lalu…
apatah untuk lagi maaf nan ikhlas yang akan aku terima…
hanya tetes airmata kebahagian yang bisa keluar…
lidahku kelu karena bahagia…
hanya hatiku yang bisa bicara…
JazakmuLLAH khair atas semua kebaikanmu ya ikhwannul muslimin wa
muslimat….amin ya RABBAL ‘alamiiin… walhamduliLLAHI RABBIL ‘alamiiin…
No comments yet.
Leave a comment
-
Archives
- June 2009 (3)
- May 2009 (1)
- April 2009 (1)
- January 2009 (4)
- November 2008 (1)
- October 2008 (1)
- September 2008 (3)
- August 2008 (2)
- July 2008 (3)
- June 2008 (3)
- May 2008 (14)
- April 2008 (15)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


