Lelaki beriman istri soleha
Keutamaan hanya diketahui oleh orang yang memiliki keutamaan….
Pada zaman dahulu, ada seorang lelaki yang beriman tinggal bersama
dengan isteri dan anak-anaknya. Mereka tinggal dalam sebuah gubuk
sederhana. Meskipun mereka jauh dari kilauan dan gemerlap materi, hati mereka
dipenuhi dengan kasih sayang.
Pada suatu hari lelaki beriman itu berada dalam kesulitan,
sampai-sampai isterinya berkata kepada lelaki itu, “Kini simpanan kita tinggal satu
dirham saja.” Lelaki itu mengambil satu dirham tersebut dan pergi ke
pasar. Dengan uang itu dia akan membeli sedikit makanan. Dalam keadaan
bertawakal kepada Tuhan, dia tiba di pasar. Baru beberapa langkah dia
berjalan, tiba-tiba terdenagar suara gaduh. Seseorang berkata dengan
marah, “Engkau harus membayar utangmu. Jika tidak, aku tidak akan membiarkan
engkau pergi.”
Lelaki yang berdiri di hadapan orang itu menundukkan kepalanya karena
malu. Sang lelaki yang beriman itu mendekati kedua orang yang berselisih
itu dan dengan suara yang lembut bertanya, “Baiklah, katakanlah apa
yang menyebabkan kalian berselisih paham.”
Lelaki yang berhutang berkata, “Lelaki ini telah menjatuhkan harga
diriku hanya karena uang satu dirham padahal saat ini aku tidak mampu untuk
melunasi utang tersebut.”
Lelaki beriman itu berfikir sebentar dan kemudian, uang satu dirham
yang dimilikinya itu diberikannya kepada si penghutang. Akhirnya,
terjalinlah persahabatan antara orang itu tadi. Lelaki yang berutang itu
mendoakan keselamatan buat lelaki yang beriman itu serta mengucapkan
kesyukurannya.
Hati lelaki beriman itu dipenuhi rasa gembira karena berhasil menolong
orang lain. Lalu diapun pulang ke rumahnya. Di pertengahan jalan dia
terpikir, “Sekarang, bagaimana aku harus memberi jawaban kepada isteri
ku? Jika dia memprotes, aku akan membiarkannya karena itu haknya.”
Sesampainya di rumah, dia menceritakan apa yang telah terajdi.
Isterinya adalah juga seorang perempuan yang baik dan beriman. Dia tidak
memprotes suaminya, malah berkata, “Engkau telah melakukan sesuatu yang baik
hari ini dan engkau telah memelihara harga diri lelaki itu. Allah pasti
akan memberi balasan kepadamu. Ambillah tali yang ada di rumah kita ini
dan juallah di pasar. Mudah-mudahan, uang tersebut bisa engkau gunakan
untuk membeli makanan.
Lelaki beriman itu merasa sungguh gembira dengan sikap isterinya
tersebut. Dia kemudian mengambil tali itu dan membawanya ke pasar.
4 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- June 2009 (3)
- May 2009 (1)
- April 2009 (1)
- January 2009 (4)
- November 2008 (1)
- October 2008 (1)
- September 2008 (3)
- August 2008 (2)
- July 2008 (3)
- June 2008 (3)
- May 2008 (14)
- April 2008 (15)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS



Assalamualaikum…. Seorang laki-laki seorang olahragawan yang terkadang bergaul sama-sama atlet yang terkadang berpakaian sedikit seronok. Bagaimana saya harus menyikapi hal ini, disatu sisi hal ini sudah lumrah dan dunia olahraga.
Comment by arief_al_azzam | December 27, 2008 |
Assalamualaikum… saya baru memdirikan rumah tangga dan masti tidak serba tahu bab agama. adakah patut seorang suami mengambik tahu kemana perginya duit mas kahwin serta menegur di atas kesalahgunaan duit tersebut. sekiranya, keluarga sebelah perempuan menggunakan duit tersebut dahulu sebelum memberi tahu pengantin perempuan. Apakah hukumnya di dalam agama islam.
Comment by firz | February 23, 2009 |
waalaikm slm.ko itu si mas wajar sebagai suami,dn untuk menggunakan uang itu yang mas maksud klo tanpa sepengatuan pengantin permpuan/laki2 itu hukumnya haram.walaupun itu keluarga.thnks.
Comment by hamba Allah | October 11, 2009 |
Tips yang sangat bermanfaat, ijin untuk di share ya sob!
Comment by Duasatu Duabelas | October 10, 2009 |