Pengorbanan
Tentang Kehilangan, Tentang Pengorbanan
Ceritakan padaku
tentang pedihnya sebuah kehilangan
Yang terbang diatas awan senja merah saga
Dan menyisakan ngilu menikam didada
Dalam derap waktu yang bergegas
Agar segera kubaluri hatimu
Dengan sejuk bening embun
Dan tulus cintaku
Ceritakan padaku tentang perihnya sebuah pengorbanan
Yang membakar habis segenap asamu
Dan meninggalkan sepotong lara mengendap di dasar kalbu
Agar kubuatkan untukmu
Rumah diatas awan tepat dipuncak larik pelangi
Yang kubangun dari setiap desir rindu dan Khayalan merangkai impian
bersamamu
Dari bilik hatiku, yang senantiasa percaya
Kebahagiaan kita adalah keniscayaan tak terlerai.
Sahabat sejati
Memiliki sahabat sejati adalah harga paling berharga, karena bersama sahabat
kita bisa menjadi diri sendiri, ia mampu membuat kita bahagia dengan diri
kita sendiri dan memberi motivasi hidup.
Tetapi terkadang muncul perbedaan pendapat, selisih paham atau masalah yang
menguji persahabatan kita. Bagaimana menyiasati ‘ujian-ujian’ yang akan
selalu timbul agar ikatan persahabatan tetap awet ? Psikolog Alexander
Sriewijono membagi tipsnya.
1. Tanyakan pada diri sendiri, apakah kita juga memiliki manfaat bagi
sahabat-sahabat kita ?
2. Selalu bersikap tulus dan jujur, tidak ada kata terpaksa dalam melakukan
sesuatu bagi sahabat.
3. Keep contact. Persahabatan tidak terpisahkan oleh jarak dan waktu. Meski
tak bisa selalu sering bertemu, tanyakan kabar masing-masing melalui
telepon, SMS atau email.
4. Hindari meminjam uang dari sahabat. Jika Anda tidak bisa membayar hutang,
nasib persahabatan bisa menjadi taruhan.
5. Hormati pilihan hidupnya. Meski Anda tidak selalu setuju dengan pilihan
yang diambil oleh sahabat, bukan berarti Anda berhak mengintervensi
hidupnya. Tugas Anda adalah memberikan masukan, segala keputusan tetap ada
di tangannya.
Allah S.W.T maha penyayang
Allah MahaTinggi, Mahabaik, MahaMulia dan MahaPenyayang.
Bisakah kita menghitung seluruh pemberian Allah?
Tahukah kita tanpa RahmatNya kita tidak akan hidup?
Tapi, Mengapa kita melupakanNya?
Tahukah kita tanpa bantuanNya kita tidak akan bisa bergerak untuk nafas,
makan ,…?
Ketahuilah bahwa Allah selalu berasama kita(dimanapun kita berada Dia ada)!
Ketahuilah bahwa Allah tidak melupakan kita!
Ketahuilah pintu RahmatNya selalu terbuka untuk hamba-hambaNya!
Ketahuilah bahwa Allah selalu senang menerima hambaNya yang kembali
kepadaNya!
Ketahuilah bahwa selalu menjawab seluruh panggilan hamba-hambaNya!
Ketahuilah bahwa Allah menjawab 3 kali panggilan hamba-hambaNya yang
bertobat!
……..Allah mencintai kita……..
….akan tetapi kita melupakanNya…
…Marilah kita kembali kepadaNya…
…..sebelum pintuNya tertutup……
………….untuk kita………….
Taukah kita
Tahukah kita seberapa besar Bumi ini?
Tahukah kita seberapa besar Tata Surya?
Tahukah kita seberapa besar Galaxi Bima Sakti?
Tahukah kita ada berapa Galaxi di Alam ini?
Tahukah kita jarak antar Galaxi di alam ini?
Tahukah kita lebar dan jauh serta luas setiap Galaxi?
Tahukah kita jumlah luas seluruh Galaxi yang ada di alam ini?
Tahukah kita batas alam ini?
Jika Alam ini terbatas, Tahukah kita setelah batasan itu adalah apa?
Tahukah kita siapa yang memiliki semua alam in?
Tahukah kita siapa yang berkuasa di alam ini?
Jika kita tahu bahwa Allah adalah penguasa Alam ini dan Penguasa semua Alam,
Mengapa kita melupakanNya?
Tahukah kita mengapa kita tidak khusyuk dalam shalat dan dalam ibadah-ibadah
yang lain?
Jika kita bertemu dengan orang yang lebih baik dan lebih terhormat dari kita
serta sangat menghormati dan menyayangi kita,apa yang akan kita lakukan?
Kesendirianku
Kesendirianku kian mencekam, ketakutanku akan kesendirianku lama kunantikan pendamping hidup namun jalan terjang selalu dihadapanku, telah ku gagal melewati jalan terjang, namun ku selalu menanti asa yang tak pasti, entah kapan ku temukan cinta sejati yang sesungguhnya, cinta yang tak menghantarkanku ke jalan yang terjal dan penuh duri. Bukan aku enggan menghadapi jalan yang terjal dan berduri, tapi kuharap, kumohon. Kubertanya, adakah cinta yang tak melewati jalan terjal, atau kah aku memilih kendaraan menuju cinta yang salah, hingga jalan yang terjal itu makin terasa.. Kalau engan kendaraanku yang salah, apakah emang untuk menuju cinta sejati jalanya terjal dan berduri..
Malam Pengantin
Malam Pengantin
Biarkan degup jantung kita berpadu
Dalam hasrat menyala, yang sudah tersimpan rapi
Sejak cinta kita tumbuh pada awalnya
bagai matahari pagi terbit mendaki bukit demi bukit
Hingga kupasangkan cincin perkawinan
Sebagai tambatan akhir pengembaraanku
Biarkan rindu kita luluh bersama malam
Dalam lembut cahaya bulan dan kerlip kunang-kunang
Lalu perlahan membakar kedua sukma kita
Diatas ranjang peraduan beraroma kenanga
Kemudian terbang menyusuri awan
Hingga kaki langit tempat segala kenangan tentang kita
bersemayam abadi sepanjang musim
Biarkan bintang mendelik cemburu
Pada gelora cinta kita yang membias hingga batas cakrawala
Lalu berpendar indah di seantero angkasa
Dan menepis segala kesangsian
Bahwa Biduk yang kita kayuh berdua
Akan mampu meredakan sejuta badai
Kuatnya tekad
Pada zaman hidupnya Rasulullah, hiduplah seorang pemuda tampan bernama
Sahib. Ia tinggal bersama ayah dan ibunya di Yaman dengan bahagia. Ayah
Sahib adalah seorang pelayan raja Khosrou, seorang raja Iran di Yaman.
Hingga suatu hari, tentara Romawi menyerang Yaman dan Sahib termasuk di
antara tawanan Yaman yang dibawa ke kota Roma. Akhirnya, Sahib
menjalani hidup sebagai seorang budak di Roma dan di sana ia berusaha untuk
mengenali budaya dan ilmu orang-orang Romawi.
Pada suatu hari, datanglah seorang pedagang Arab ke Roma. Ketika ia
melihat Sahib, dia langsung tertarik dan membeli pemuda tampan itu.
Pedagang Arab yang bernama Abdullah ibni Jud’an itu merupakan salah satu
hartawan Mekah dan Sahib pun dibawanya ke kota Mekah untuk dijadikan
sebagai pelayan di rumahnya. Pada suatu hari, Sahib mendengar berita
mengenai
seruan Rasulullah kepada warga Mekah. Dia pun berusaha untuk mengenal
agama baru ini dengan lebih mendalam. Sahib juga mendengarkan kata-kata
dari pihak penentang Rasulullah dengan sikap objektif, namun dia
mendapati bahwa pendapat mereka itu tak lebih dari kejahilan, fanatisme, dan
kebencian terhadap Rasulullah. Akhirnya, pada satu hari tanpa
sepengetahuan tuannya, Sahib pergi ke rumah Muhammad saaw.
Dengan penuh kehati-hatian karena khawatir terlihat oleh kaum
musyrikin, Sahib melangkah menuju rumah Rasulullah. Menjelang sampai di sana
,
tampaklah olehnya Ammar bin Yasir, yang juga merupakan seorang budak.
Ammar yang mengenali Sahib dan mengetahui keluasan pengetahuan budak itu,
bertanya:
Ammar : Wahai temanku Sahib, kemanakah engkau akan pergi?
Sahib : Aku ingin ke rumah Muhammad. Aku ingin mengetahui lebih dalam
tentang ajaran yang disampaikan olehnya.
Ammar : Sahib, aku telah mendengar ucapannya. Percayalah, ada kekuatan
besar di dalam jiwa dan nurani Muhammad. Kekuatan ini sedemikian.
-
Archives
- June 2009 (3)
- May 2009 (1)
- April 2009 (1)
- January 2009 (4)
- November 2008 (1)
- October 2008 (1)
- September 2008 (3)
- August 2008 (2)
- July 2008 (3)
- June 2008 (3)
- May 2008 (14)
- April 2008 (15)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


