Cintailah Cinta
1. Cintailah Cinta Memang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak membalasnya, tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang dan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya. Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang, yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu. Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama disebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekatapun, dan ketika harus berpisah dengannnya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama. Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Tetapi adalah benar juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita. Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan. Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula. Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan yang kejam dapat menghancurkan kehidupan, sebuah kata yang tak tepat mungkin juga mampu menambah beban batin seseorang, dan sebuah kata yang penuh cinta kasih mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah. Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana mencipta semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya. Cinta dimulai dengan sebuah senyum, kemudian tumbuh dengan sebuah kecupan, dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita menangis begitu kerasnya, sementara orang- orang disekeliling kita tersenyum bahagia. Ketika kita menanggalkan hidup maka, kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia…. sementara orang disekeliling kita menangis.
2. Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang. Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah. (Eric Berne)
3. Cita-Cita Terbesar Dalam sebuah perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyikapi segala rahasia dalam kehidupan. Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detak jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan. Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam mensikapinya. Ada yang berjuang untuk melewatinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang ia punya. Apa rahasia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.
4. Kata yang paling indah dibibir umat manusia adalah kata “Ibu”, dan panggilan paling indah adalah “Ibuku”. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati. (Kahlil Gibran)
5. Bicara Dengan Bahasa Hati Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran. Semua itu haruslah berasal dari hati anda. Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya. Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda. Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda.
6. Belajar Dari Kesalahan Bila anda melakukan sesuatu, ada kemungkinan anda membuat suatu kesalahan. Bila anda membuat kesalahan, itu adalah hal yang hebat. Karena anda berkesempatan belajar sesuatu. Akui kesalahan anda, teliti dan pelajari secara mendalam. Jawablah kesalahan anda tersebut. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan mengenal apa yang salah, anda dibantu untuk menemukan apa yang benar. Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai sebuah kesalahan. Suatu saat, seorang pegawai membuat kesalahan besar yang merugikan IBM senilai jutaan dollar. Sang pegawai yang dipanggil ke kantor Watson, berkata “Anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri.” Jawab Watson, “Anda pasti bercanda. Saya baru saja menghabiskan 10 juta dollar untuk mendidik anda…” Orang yang berbakat sukses, akan belajar dari apapun yang terjadi, termasuk kesalahan. Bila anda membuat sebuah kesalahan, hal yang terbaik adalah mengumpulkan kembali keping-keping yang terserak, dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi. Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan. Selanjutnya manfaatkan pengetahuan baru anda itu.
7. Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik.
dimanakah kamu
dimanakah kamu
ketika anak kecil itu meninta minta
ada yang sibuk membaca
ada yang sibuk bekerja
ada yang sibuk berdoa
ada yang sibuk ceramah
dan membuat petuah
sedang mata
sibuk menulis puisi
seperti sekarang ini
tapi ada yang no comment
orang bilang
silence is go…
bisa go nya golden
ehh,…
lebih tepatnya goblok
diam kan ngga bisa merubah keadaan
eee,…mbok ya somebody say something ?
seperti pak ogah itu lho
cepek dulu den…
Cerita
Cerita
dari seorang pujangga
tentang sebuah celana
katanya
ada seorang wanita sedih menyaksikan anaknya
yang mati hanya berbalut sobekan jubah
berlumuran darah
ketika keajaiban datang dikabarkan
yang tiga hari kemudian bangkit dari kematian
wanita itu datang
membawa celana untuk anaknya
yang dijahit dengan perasaan
“paskah ?” tanya wanita itu
“pas sekali ibu” jawabnya
kemudian pergi dengan bahagia
hallo, bapak ? bagaimana kabarnya ? baik bukan ?
syukurlah kalau baik baik saja
bapak ingat saya apa tidak ? apa ? tidak ingat ?
masak bapak tidak ingat sih ? bercanda ahh
atau bapak sudah lupa sama saya ?
ya ampun pak, mbok ya diingat ingat lagi
coba dibuka dulu buku alamat bapak
siapa tahu ada nama saya disitu
nama saya “mata” pak “m-a-t-a”
dulu bapak pernah mengajarkan saya berbagai macam hal
dari mengajarkan berbuat baik
menolong sesama
menyembuhkan orang sakit
bahkan
bapak pernah memperlihatkan saya menghidupkan orang mati
dan menceritakan tentang sebuah negeri diawan yang sangat indah
ingat tidak pak ?
lupa ? lupa semua ? semuanya ?
wah, bapak keterlaluan, masak baru kemarin sudah lupa
mentang mentang sekarang sudah bertemu Tuhan di langit
ya sudah,
kalau begitu, saya titip salam saja buat Beliau
Meramu dalam tempat terindah
Hikayat Baitan Puisiku
Rajamlah aku dengan kesedihan
Hinalah aku dengan makian
Tamparlah aku dengan ketakutan
Hingga kutemukan arti dari sebuah pendewasaan
Mungkin dirimu terbias
Hanya melihat aluran kata dalam setiap baitannya
Hanya melihat permainan kata dalam setiap hurufnya
Tanpa memahami kandungan nilai yang memaknainya
Baitan puisi ku adalah sebuah kejujuran
Bukan sekedar permainan kata kata
Bukan sekedar permainan dari sebuah warna nirwana
Namun ada di sisi pembaringan dari berbagai keberagaman rasa
Rajamlah aku dengan kesedihan
Hinalah aku dengan makian
Tamparlah aku dengan ketakutan
Hingga kutemukan arti dari sebuah pendewasaan
Kesedihan, ketakutan, kesepian, kecemburuan, keterpurukan, kepahitan
Adalah bahasa kalbu dari sebuah kemurnian hati
Kegembiraan, seutas tawa yang menghadir, keceriaan yang memancar
Adalah sisi lain bahasa yang kalbu yang mungkin terilhami
Biarkan aku memainkan seutas penaku
Menceritakan sebuah nilai yang sebentuk pengalaman
Meramu dalam tempat terindah di kalbu
Dan mencerahkan keberagaman sisi emosi mu
Kepahitan bukan merupakan kesedihan yang harus selalu tertangisi
Keterpurukan bukan merupakan kesedihan yang harus selalu di kasihani
Kesepian bukan merupakan kesedihan yang harus di temani
Kegembiraan bukan merupakan kekekalan yang selalu mengabadi
Maka biarkan aku memainkan sebuah ruang
Untuk ku, untukmu, dan untuk semua yang mau berbagi
Merasakannya, Menyentuhnya dan Memaknainya
Hingga mengambil hikmah dari setiap cukilan kisah demi pembelajaran pendewasaan
Indahnya
Indahnya Saling Berbagi
Datanglah padaku
Kala galau dan gundahmu memuncak
Kala sunyi dan kesepian mu meledak ledak
Kala kau merasa hampa terdekam di sebuah lorong sepi tak berpenghuni
Aku akan berada di sini
Menyediakan sebuah rasa untuk sekedar berbagi
Membasuh serpihan luka yang menggores di tepian nuranimu
Meski mungkin hanya sekedar balutan sapa
Mungkin telaga bening akan kembali menggenangi saputan matamu
Mungkin perih yang tertanam akan ternganga
Mungkin diri ku tak akan mampu menyepuh semua duka mu menjadi bentukan rautan tawa
Namun setidaknya inilah serpihan debu kecil sebentuk prasasti saling berbagi rasa
Aku juga bukan merupakan kesempurnaan dari psikolog pembaca sikap
Aku juga bukan tokoh penenang penghibur dari setiap jelaga duka
Aku hanyalah sebuah ketulusan rasa yang menghampiri
Dan menemanimu dalam setiap jejak langkah yang telah tersilami
Maka biarkan kubasuh airmata mu
Bersandarlah di sebilah bahu tubuh ringkih ku
Bersama – sama kita menghadapi puncak dari kehampaan ini
Di sebilah padang safana pertautan yang sunyi dan tak berpenghuni
Akhir Rasa Ini
Akhir Rasa Ini
Di bening mata mu dulu pernah terlihat
Kita bersama membungun istana dalam butiran pasir
Membangun benteng karang penahan gelombang ombak
Menjuntaikan nyiur kelapa pemecah angin laut yang berhembus menerjang daratan
Rasa percaya dan ketulusan yang memaknai hari
Merangkai kata mutiara penggurah rasa menjadi buliran kerinduan
Atau tempat peneduh dari terik panas kecurigaan
Menjalani bidukan hari dengan pendar pendar asmara dan kasih sayang
Mungkin di mata mu aku hanyalah pria sederhana
Yang hanya mendamba cinta suci tak bersyarat
Membawamu merentangkang sayap
Hingga tepian ujung nirwana
Kau pun menjauh
Mendua dalam dekapan helai – helai asmara yang menggoda
Menggoreskan sayatan luka dalam jiwaku
Membuatku merasa terbuang dalam belenggumu
Namun salahkah aku ?
Jika hanya sebatas mendamba ketulusan cinta tanpa mendua
Mendamba kemurnian rasa tanpa secuil curiga
Mungkin ini akhir dari sketsa
Semoga dirimu menemukan kebahagiaan dari cinta baru mu
Dan biarkan aku kembali melintasi
Jalan setapak yang sunyi dan penuh kehampaan ini
Mendamba Pendar Pendar Asmara
Memahkotai Cinta Mendamba Pendar Pendar Asmara
Perasaan ini membuncah
Mendekam oleh kubangan waktu
Menyekat hasrat akan sebentuk pertemuan
Menentramkan nurani dalam setiap percakapan di alur kebersamaan
Tatapan mata, tutur bahasa, sentuhan mesra pendar asmara
Mengiringi biduk – biduk noktah cinta kita
Terpahat sudah dalam goresan di jiwa
Menjadikan sebentuk prasasti peristiwa di kehidupan kita
Aku teramat sangat memujamu
Aku begitu dalam menyanjungmu
Aku begitu dalam menyayangimu
Rasa yang tergenggam
Mengilhami setiap langkah kehidupan
Dan lara kesedihanku
Terhapus sudah jika ku melihat seutas senyum manis darimu
Maka biarkan cinta kita bersemi
Merekah bermekaran menyambut kedatangan mentari pagi
Dan semoga menjadi keabadian
Dalam sebentuk kesucian cinta yang dipenuhi kasih sayang dan ketulusan
-
Archives
- June 2009 (3)
- May 2009 (1)
- April 2009 (1)
- January 2009 (4)
- November 2008 (1)
- October 2008 (1)
- September 2008 (3)
- August 2008 (2)
- July 2008 (3)
- June 2008 (3)
- May 2008 (14)
- April 2008 (15)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


