Cara meredam amarah
Ketika anda mengalami persoalan yang memancing amarah, apa yang akan anda lakukan? Memendam amarah atau justru melampiaskanya kepada orang lain. dibulan suci ini kita sedang diuji menahan nafsu.. sepert nafsu syahwat, nafsu makan, nafsu amarah,dll. KEMBALI KE… permasalahan amarah saya akan coba kupas gimana cara mengelola amarah.
1. Tenangkan diri anda, bila anda sudah merasakan tanda tanda kemarahan seperti denyut nadi yang bertambah cepat, nafas ter engah-engah atau darah mengalir cepat, cobalah menarik nafas dalam-dalam dan redakan emosi yang sedang bergejolak.
2. Segera ambil jarak dari sumber kemarahan dan lakukan relaksasi singkat. Coba redakan amarah anda dengan mengatakan pada diri anda sendiri “it’s OK” atau “tenanglah” dll.
3. Ubahlah cara pandang anda, ketika sedan marah, pikiran dan tindakan kita jadi berlebih-lebihan dan dramatis.. rubahlah jadi rasional.
4. Selesaikan masalah dengan segera. ga baik bila sampe lebih dari 3 hari.
5. Melakukan konseling, ketika anda merasa tak mampu lagi mengendalikan amarah. lakukanlah konseling dengan orang yang anda anggap bijaksana.
17 Comments »
Leave a comment
-
Archives
- June 2009 (3)
- May 2009 (1)
- April 2009 (1)
- January 2009 (4)
- November 2008 (1)
- October 2008 (1)
- September 2008 (3)
- August 2008 (2)
- July 2008 (3)
- June 2008 (3)
- May 2008 (14)
- April 2008 (15)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS



ya secara teori memang gampang, tapi gimana kalau sumber kemarahan itu orang yang sama dengan kesalahan yang sama dan berkali-kali pula, hingga kita merasa jenuh untuk memaafkan, dan akhirnya susah untuk menahan marah kala orang itu nyakitin kita lagi………. hiks hiks hiks..
Comment by fras | November 26, 2007 |
Kalau sudah tau teorinya insyaAllah semua akan gampang, bayangkan kalau kita tidak tahu teorinya…apa yang mau kita perbuat ajapun kita tidak tau…Kalau orang-orang dulu (kakek/nenek kita) meredam amrah mereka dengan bertawakkal, berwudhu dan meminum segelas air putih.
Comment by rizal alkhoir | January 30, 2008 |
siapa bilang tau teori lalu bisa
Comment by Mr Indonesia | April 13, 2008 |
Sebenarnya ga penting tau teori/tidak yang terpenting seberapa tingkat keimanan orang.. Karena semua masalah, ujian/cobaan, nafsu/emosi, dll. Hanya dapat redam oleh keimanan kita, karna sesungguhnya musuh terbesar itu adalah diri kita sendiri.
Comment by Henry Santoso | April 13, 2008 |
teori = praktek?? Pusing ah
Comment by Kunyuk | June 13, 2008 |
semua tergantung kebutuhan, kalo butuh kalem, ya kalem aja, kalau butuhnya marah-marah, ya luapin aja. kalo kita orangnya pemarah, trus butuh kalem, pasti di usahain sekeras mungkin buat kalem, kalo udah usaha meredam tetep keluar aje, pasti ada alasannya dan manfaat buat yang marahin dan yang dimarahin.asal tau konsekuensi dan tanggung jawab yang akan dihadapi ketika segalanya menjadi lebih baik atau sebaliknya.itu cukup buat saya (saya terkenal sangat pemarah dan tidak sabaran dikalangan keluarga, teman dan kerabat)terkadang marah-marah juga ada manfaatnya kok,asal di tempat dan waktu yang tepat,itu juga kalo kita bisa….thnks
Comment by diwaz | June 20, 2008 |
marah itu cerminan setan.brarti kl kita marah,kita dikuasai setan dong?
Comment by dedi | July 6, 2008 |
aku orangnya mudah tersinggung dan mudah marah , tapi aku cepet pula melupakan masalah itu dan kalau kemarahan ku tidak dilampiaskan aku suka pusing , kepala ini suka sakit
Apakah ada cara untuk penyelesaian
Comment by andi | September 20, 2008 |
Terimakasih atas tips nya…
O ya ada tambahan ne…
Secara Islam kita dianjurkan untuk berwudhu ketika amarah muncul dengan tidak terkendali. Karena sesungguhnya amarah adalah sifat syetan, maka dapat diredakan dengan air. Jadi berwudhu dapat menjauhkan pengaruh syetan dari diri kita.
Just try! InsyaAllah.
Comment by Anonymous | October 31, 2008 |
emang susah yang namanya nahan amarah.. secara teori mungkin banyak orang berpikir mudah dan mengangguk2 tanda setuju and said “itu yg seharusnya di lakukan”, tapi prakteknya juga terkadang masih banyak dan mungkin termasuk saya yang blm bisa sepenuhnya bisa. tapi apapun itu, pernyataan yang disampaikn ttg mengatasi amarah adalah cara kita untuk tetap dan terus mengendalikan rasa marah,,mungkin kalo kita ga baca kita tetap tdk akan tau gmn sich caranya biar amarah ttp terkendali. semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya pada kita.. amiiiin…
Comment by Ry ^-^ | April 7, 2009 |
kalau kita seorang yang pemarah mgkn kita harus malu thdp diri sendiri d..kenapa kita musti mudah marah??toh..kalau mau luapin kekesalan bisa dengan cara lain kq..kalau marah2 melulu tar cepat tua lo..hehe..
Comment by a zu | April 8, 2009 |
Amarah…???
Comment by dzulfhye | May 23, 2009 |
Sedikit bicara, banyaklah berdoa, cukup satu kalimat untuk mengekspresikan kemarahan, namun penuh makna yang mendalam. Intonasi datar caranyapun tepat, marahlah pada saat yang tepat dan dengan alasan yang jelas, sehingga mampu membangkitkan kesadaran serta tidak menyakiti siapapun. Demikian cara Rasulullah SAW mengekspresikan kemarahannya. Dengan amarahnya tidak ada satu orangpun yang tersakiti karena disalurkan dengan cara yang tepat dalam kondisi yang tepat kepada orang yang tepat. Dengan semua emosinya beliau menjadi pribadi yang terhormat karena mampu menyikapi semua hal dengan proporsional.
Comment by Ana | June 25, 2009 |
Yoi
Comment by Jambol | July 15, 2009 |
q cewe yg perasaannya sensitiv bgt…
mudah marah n kl dh marah ci q bs dibilang ky kesetanan, banyak buku2 tntng cara menahan marah q bc,q pahami,tp kq mc susah..bgt bwt nahan marah. apa perlu di rukiyah y???? tq.
Comment by Pio | July 23, 2009 |
Aku jga pngen nambhin nih…
Klo kta sdang mau kdatangan si amarah tu, sbaiknya kta usahakan untk langsung duduk klo dlam keadaan bdiri. Met mncoba mga brhsil
Comment by Idriz | October 15, 2009 |
redain mrh tuwh g sgampang blikin tlpak tgn. fuuh..
Comment by arini keyen | November 5, 2009 |